Strategi Marketing, Menghadapi Pasang Surut Penjualan Produk Kita



Sebenarnya kondisi naik turunnya penjualan merupakan bagian dari daur hidup produk (product life cycle). Apa itu daur hidup produk? Yang dimaksud dengan daur hidup produk adalah
Riwayat penjualan sebuah produk, dari mulai launching ke pasaran sampai akhirnya ditarik kembali dari pasar, karena sudah tidak diminati konsumen. 
Setiap produk atau jasa yang ditawarkan ke konsumen, akan mengalami tahapan atau fase tersebut pada masa-masa tertentu. Dari mulai fase lahirnya sebuah produk, tumbuh dan berkembangnya produk, kedewasaan sebuah produk, hingga fase matinya sebuah produk.

Oleh karena itu, untuk menghadapi pasang surut penjualan yang dipengaruhi oleh siklus hidup sebuah produk, berikut kami informasikan beberapa fase/tahapan yang akan dilalui sebuah produk serta strategi pemasaran menghadapi pasang surut penjualan yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda.

1. Fase perkenalan (introduction)

Pada fase ini, omset penjualan masih sangat rendah. Karena banyak masyarakat yang belum mengenal produk Anda. Untuk memasarkan produk baru memang membutuhkan waktu cukup lama, dan memakan biaya promosi yang tidak sedikit. Sehingga pada fase ini sebagian besar pengusaha belum mendapatkan keuntungan, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengalami kerugian pada fase ini.

Untuk menghindari kerugian yang menahun pada fase pengenalan produk, Anda bisa menggunakan strategi promosi yang bisa menarik minat konsumen. Misalnya dengan mengadakan acara launching produk di moment yang tepat, menawarkan harga yang relatif murah untuk memancing calon konsumen, atau mengadakan berbagai kegiatan promosi penjualan yang bisa menarik simpati konsumen.

2. Fase pertumbuhan (growth)

Setelah melewati fase pengenalan, sebuah produk akan masuk pada tahapan pertumbuhan. Fase ini biasa ditandai dengan meningkatnya penjualan produk dan munculnya beberapa pesaing yang mencoba merebut pasar Anda.

Oleh sebab itu, pada tahapan ini Anda harus bisa memilih strategi pemasaran yang tepat untuk menghadapi persaingan pasar. Seperti menciptakan inovasi baru pada produk Anda untuk memperluas target pasar, meningkatkan kualitas produk untuk membangun kepercayaan konsumen, bila perlu berikan potongan harga atau bonus khusus pada event-event tertentu agar konsumen Anda tidak berpaling ke produk lain.

3. Fase dewasa (maturity)

Ketika sebuah produk berada pada fase dewasa, penjualan produk sudah mulai stabil, tetapi persaingan pasarnya semakin pesat. Jadi, bagi pelaku usaha yang tidak memiliki strategi pemasaran yang tepat. Bisa dipastikan penjualan produk cenderung menurun, karena kalah bersaing dengan produk-produk lainnya.

Strategi pemasaran yang bisa Anda pilih untuk menghadapi fase ini adalah mencoba meningkatkan penjualan dengan masuk ke segmen pasar baru. Dengan begitu Anda bisa menutupi turunnya penjualan produk dengan mencari pelanggan baru yang memiliki potensi pasar cukup bagus.

4. Fase kemunduran (decline)

Pada fase yang terakhir, sebagian besar konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang Anda tawarkan. Kondisi ini membuat jumlah pelanggan Anda menurun drastis, serta banyak yang berpaling ke produk lain. Jadi, bisa dipastikan pada fase ini, omset penjualan yang Anda terima akan sangat berkurang bahkan sampai di titik minus dan mengalami kerugian.

Sebagai pelaku usaha yang mendapati para konsumennya sudah mulai jenuh, sebaiknya Anda melakukan evaluasi apa saja yang membuat konsumen Anda jenuh dan meninggalkan produk tersebut. Bila masih memungkinkan diperbaiki, maka lakukan perbaikan dan launching kembali produk yang sudah diperbaiki kekurangannya. Strategi lainnya adalah dengan menarik produk Anda dari pasar yang sudah mati, dan melaunchingnya di daerah lain yang memiliki pangsa pasar lebih bagus.

Nah, setelah membahas siklus hidup produk yang menyebabkan pasang surutnya penjualan. Semoga para pelaku usaha tidak takut lagi dalam memasarkan produknya, karena adanya pasang surut penjualan itu sangatlah wajar ketika kita menjalankan usaha. Yang terpenting, selalu perhatikan di fase mana produk Anda berada dan dukung pemasarannya dengan strategi yang paling tepat bagi bisnis Anda. Selamat berkarya dan salam sukses.

sumber:

Print halaman ini

| | Read More »

Enam Usaha Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan


T iba dihalaman 126 dibuku "Marketing Revolution" Tung Desem Waringin (yang dulu saya beli Rp. 300rb free 5 CD, he.. Tapi mahalnya buku sebanding Ilmunya), beliau memberikan tips dari Jurus  Marketing yaitu Enam Usaha Marketing. Ga' banyak ba bi bu.. langsung saya share aja di weblog ini.
Apa saja enam usaha marketing untuk meningkatkan Penjualan dan Profit kita itu??

  1. Memperbanyak Lead (calon Konsumen)
  2. Mengubah Calon Konsumen menjadi Konsumen
  3. Memperbesar Pembelian per Konsumen
  4. Mempersering Pembelian per Konsumen
  5. Memperbanyak Konsumen memberi Referensi
  6. Meningkatkan Margin
Selamat mengaplikasikan... Moga manfaat

| | Read More »

SELL Anything !

D itengah badai krisis yang mendera, daya beli konsumen pun jauh merosot-- mereka akan lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian produk atau jasa. Tak pelak, hanya para individu dan perusahaan yang menguasai seni menjuallah yang bisa selamat dalam kondisi ini.

Inilah buku wajib bagi siapa saja yang ingin menguasai SENI MENJUAL. Menjual apa saja, kapan saja, kepada siapa saja.
Chet Holmes, yang dijuluki "pakar pertumbuhan bisnis terbesar Amerika", membeberkan berbagai skill esensial yang harus dimiliki oleh para individu maupun perusahaan yang ingin memajukan bisnis mereka dengan menguasai seni menjual.

Buku ini memuat berbagai strategi jitu untuk meningkatkan penjualan ke level yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya. Tiap individu maupun perusahaan-- baik skala besar, menengah, ataupun kecil-- perlu membaca buku ini bila ingin sukses di masa sulit seperti sekarang. Bersiaplah untuk sukses!!

| | Read More »

Delapan Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Presentasi

Kesalahan 1: Berterima Kasih atas Kesediaan Prospek untuk Hadir atau Meminta Maaf atas Tersitanya Waktu Mereka

Kesalahan 2: Menyampaikan Presentasi dengan Tangan di Dalam Saku Celana

Kesalahan 3: Menyampaikan Presentasi Sambil Duduk

Kesalahan 4: Dikendalikan oleh Prospek

Kesalahan 5: Membiarkan Materi Presentasi Menjadi Lebih Penting

Kesalahan 6: Terlalu Serius

Kesalahan 7: Tidak Melakukan Latihan Sebelum Presentasi

Kesalahan 8: Tidak Ingat (Lupa) Materi  di Lembar Selanjutnya


(a-chy)

| | Read More »

Fungsi Promosi dalam Marketing

Menurut Terence A. Shimp (2000:7) Promosi memiliki lima fungsi yang sangat penting bagi suatu perusahaan/lembaga. Kelima fungsi tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Informing (Memberikan Informasi)
Promosi membuat konsumen sadar akan produk-produk baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa. Promosi menampilkan peran informasi bernilai lainnya, baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya, dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek yang telah ada.

2. Persuading (Membujuk)
Media promosi atau iklan yang baik akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering, promosi berupaya untuk membangun permintaan sekunder, permingtaan bagi merek perusahaan yang spesifik.

3. Reminding (Mengingatkan)
Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan produk dan jasa yang diiklankan, dampak promosi di masa lalu memungkinkan merek pengiklan hadir di benak konsumen. Periklanan lebih jauh didemonstrasikan untuk mempengaruhi pengalihan merek dengan mengingatkan para konsumen yang akhir-akhir ini belum membeli merek yang tersedia dan mengandung atribut-atribut yang menguntungkan.

4. Adding Value (Menambah nilai)
Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka, inovasi, penyempurnaan kualitas, atau mengubah persepsi konsumen. Ketiga komponen nilai tambah tersebut benar-benar independen. Promosi yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi, dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing.

5. Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan)
Periklanan merupakan salah satu alat promosi. Promosi membantu perwakilan penjualan. Iklan mengawasi proses penjualan produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wiraniaga sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang prospektif. Upaya, waktu, dan biaya periklanan dapat dihemat karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk memberi informasi kepada prospek tentang keistimewaan dan keunggulan produk jasa. Terlebih lagi, iklan melegitimasi atau membuat apa yang dinyatakan klaim oleh perwakilan penjual lebih kredibel.

(a-chy)

| | Read More »